Tuesday, December 27, 2016

Tugas Praktek Cerpen

BERBURU TELOLET


Namaku Didin umur 18 tahun perkerjaan sebagai pengacara “penggangguran banyak acara” walaupun menganggur tapi saya tidak bersantai-santai karena saya banyak acara. Aku tinggal di kampung Juritan bersama kedua orang tuaku dan adik yang bernama Asri. Aku juga mempunyai sahabat yang bernama Bagus, yang biasa dipanggil Bagus karena memang itulah namanya.


 Pada suatu sore kami berjalan ditepi jalan, pulang dari Warnet (Warung Internet). Kami melihat anak kecil dan remaja sedang membawa kardus yang bertuliskan “OM TELOLET OM”. 
 


Bagus bertanya kepada mereka“Oeey cah cilik koe kurang gawean”.


“Nopo mas, Iki gek ngeTreend loo, mas e ndeso og” jawab anak kecil tersebut.


Lalu ada bus yang datang dari kejauhan, anak kecil dan remaja tersebut berteriak “OM... TELOLET OM......”.


“TELOLET TELOLET TELOLET” Suara klakson bus .


“Horeeee...” Sorak bahagia


“Wuiih asikk juga nih, Din bagaimana kalau besok pagi kita mencari telolet bersama” tanya bagus kepadaku.


“Iyaa betuk sepertinya asikk juga, Okee dehh.. besok pagi kita berburu telolet” jawabku.


“Yasudah sekarang kita pulang jaga stamina buat besok, okeeeh...” ajak bagus


“bhuaahahah...Lebaay amat luuu gus..” ejek ku


Keesokan harinya, aku bangun dan bersiap-siap untuk berburu telolet. Aku menunggu bagus  sambil menonton berita tv. Ternyata fenomena “OM TELOLET OM” sedang naik daun. Aku pun semakin bersemangat untuk berburu telolet. Tak lama kemudian Bagus datang kerumahku.


“Udah siap belum Din” tanya bagus kepadaku.


“Siappp.... bentar yaa aku ijin orang tuaku dulu” jawabku.


“Okee Din” kata bagus.


“Bukkk.. Pakkk...” panggilku


“Aduhh... pagi-pagi  gini udah rapi mau kemana Mas” tanya Asri.


“Mas mau pergi bersama bagus buat berburu telolet, nanti kalau ketemu ibu atau bapak tolong pamitin yaa dek” jawabku.


“Okee.. Mas” kata Asri.


Selang beberapa menit Ibu pulang membawa lauk untuk sarapan mereka sekeluarga. Ibu mencari Didin, untuk mengajaknya makan bersama.


“Sri, “Didin ke mana, sudah sejak pagi tadi aku tidak melihat wajahnya? “ tanya Bu Janah.


“Mas Didin pergi bersama teman-temannya ke pinggir jalan raya. Katanya sih mau Telolet, Bu, “ jawab Sri.


“O alah, Din, Telolet ki panganan opo. Lha, mbok baca sholawat di rumah bisa untuk sangu akhirat” kata Ibu.


“Telolet itu suara klakson bis bu” jawab Asri.


“Walah yaudah kalau Didin udah pulang ingetin buat makan ya Sri..” pinta Ibu kepada Asri.


“Yaa buu.. nanti Asri bilangin ke Didin” jawab Asri.


 Sebelum kami berburu telolet, aku dan Bagus membeli minuman dan cemilan untuk bersiap-siap agar saat berburu telolet tidak kelaparan. Sesampainya di pinggir jalan, kami mengeluarkan peralatan yang berupa kardus yang bertuliskan  “OM TELOLET OM”.


“Kamu sudah siapp Gus.. “ tanyaku kepada bagus.


“Siapp ayoo kita berburu telolet” jawab Bagus.


“OM TELOLET OM” teriaku.


“Nunggu bus lewat dulu dull..” ejek bagus.


“Oiyaa yaa” jawabku sambil meringis.


Akhirnya sesuatu yang kita tunggu-tunggu datang , bus datang dengan kecepatan tinggi. Kami berdua tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk berteriak dan mengangkat kardus, agar si pengemudi bus melihat kami berdua.


“OM TELOLET OM!!” teriak kami berdua.


Namun  si pengemudi bus tidak menanggapi kami berdua.


“Walah pancen paijoo tenan” kata Bagus.


“Sabar Gus kita cari bus yang laen” menenangkan Bagus.


Terlihat kembali bus yang datang dari kejauhan.


“Lihat Gus itu ada bus” kataku.


“Okee ayoo kita tuntaskan tujuan kita..” kata Bagus dengan bersemangat.


“OM TELOLET OM” teriak kami berdua.


Supir bus yang melihat kardus dan mendengar teriakan kami lalu membunyikan klakson.


“TELOLET TELOLET TELOLET” suara klakson bus.


“Yeaaayyy akhirnya tujuan kita tercapai” kata Bagus dengan muka yang bahagia.


“Okee sekarang mau kemana lagi kita Gus” tanyaku.


“Pulang lah mau kemana lagi” jawab Bagus.


“Okee broo” kataku sambil menepuk pundak Bagus.


Akhirnya mereka berdua telah mencapai tujuanya yaitu berburu telolet dan pulang dengan perasaan puas.

No comments:

Post a Comment